Jumat, 21 Maret 2008

.cinta.

Ia melangkah menjauh
ia menundukkan pandangan
dan melangkah menjauh..

Namun cinta tetap tinggal
menanti sang pujangga
kembali ke sisinya
tempat cinta bertahta

raganya tak lagi datang
hingga sang cinta mulai gundah
terdiam dalam penantian panjang
terhempas, tanpa tetesan darah..

Ia sudah terlalu lelah
menunggu sang pujangga
sang pangeran penyembuh luka
sang putra penghapus lara

raga tak ujung tiba
ketika cinta telah terbata
terbagi dalam dua jiwa
terbagi untuk dia, yang kedua

karena cinta sudah terlalu lelah
menunggu sang pujangga
sang pangeran penyembuh luka
sang putra penghapus lara

akhirnya cinta percaya
raga tak bisa kembali menjemput dirinya
raga tak sanggup dengan semua luka
raga tak ingin di buatnya kecewa

dan cinta pun sadar
membuka mata yang tertutup lama
raga tak lagi miliknya
milik tak selalu cinta
cinta tak selalau memiliki

biarlah raga mendapat cinta lain
biarlah raga mengejar cinta lain
asal ia bahagia
asal ia tak lagi terluka

itulah cinta sempurnya
cinta yang memberi maaf dikala raga bersalah
cinta yang mengakui keadaan
cinta yang menerima apapun adanya
walaupun berakhit tak seperti impian
cinta yang setia berkorban
demi kebahagiaan raga
cinta yang selalu memaafkan
untuk kehidupan raga

cinta tak pernah berjalan
cinta tak bisa melangkah
tanpa raga dalam dekapan
tanpa raga dalam suka maupun duka

ia hanya mampu menunggu
raga lain yang datang untuknya
agar cinta dapat bertahan
agar cinta tetap hidup dalam jiwa manusia

meski ia tahu
takkan ada yang seindah raganya
setampan raganya, segagah raganya
ia tetap ceria dalam luka
mencoba menerima apapun adanya
dan melanjutkan yang tersisa

dalam cintanya
sedalam samudera
setinggi sang surya
dan sejauh surga..

Tidak ada komentar: